Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Sudah Siapkah Kamu Naik Pete-pete di Makassar ??

Gambar
Moda transportasi paling banyak dan paling populer di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar adalah pete-pete. Pete-pete ini umumnya dikenal sebagai angkot atau mikrolet. Dengan warna biru langit, pintu samping yang senantiasa terbuka, dan kursi sejajar yang membuat penumpang di dalam saling berhadap-hadapan, pete-pete sejak dahulu jadi semacam ikon kota ini. Pete-pete merupakan angkutan umum. Artinya, bukan milik kita pribadi. Artinya, sebagai penumpang, kita harus siap untuk segala kemungkinan yang bisa saja terjadi. Sebagai pengguna setia pete-pete, saya merangkum sedikit dari banyak hal yang harus disiapkan lahir batin untuk naik pete-pete di Makassar. 1. Sabarlah, bahkan pada penantian yang tak pasti Belajar sabar sejak awal. Sabar pada pak supir yang kadang memacu laju pete-pete bak pebalap formula satu yang sedang menguji kerja rem mobilnya. Sabar saat lagu yang diputar soundsystem pete-pete tak sesuai selera dengan volume dan settingan bass yang membuat kerja jan...

"Angsa Tiongkok" yang Bikin Adem

Gambar
"Bu, ada kita jual baju kaos polos putih yang tipis sekali untuk dalaman?" "Oh, baju kaos Swan? Itu di bagian depan. Pilih meki ada ukurannya. " Pernah dengar kaos Swan? Kata itu pertama kali saya kenal sebelum mengikuti diklat prajabatan lima tahun yang lalu. Di sebuah pusat perbelanjaan semata wayang di kampung tempat saya bekerja, saya mendengar ibu penjual kaos menyebutnya. Waktu itu saya hanya memberi petunjuk seadanya mengenai jenis kaos yang saya cari di lapakannya. Kaos Swan ini niatnya akan saya jadikan dalaman sebelum mengenakan kemeja putih selama diklat nanti. Alasannya jelas dan sederhana, bahannya tipis dan ringan, tepat untuk jadi dalaman kemeja berwarna putih karena warnanya yang sama-sama putih, pun polos tanpa gambar (kecuali gambar angsa sebagai simbol dari merek Swan di sudut bawah yang nyaris tak nampak). Faktor penting lainnya adalah harganya teramat ekonomis, ramah di kantong. Untuk satu lembar kaos, dibanderol di sekitara...

Kemeja Kakek

Gambar
Sejak usia TK, saya tinggal di kampung halaman bersama kakek dan nenek,serta adik bungsunya. Kedua orangtua saya menjadi pegawai pemerintah di kabupaten sebelah, yang jaraknya 2 jam lebih berkendara. Berat memang tak tinggal bersama anak perempuan satu-satunya yang masih sangat kecil. Tapi dari cerita mama, ada alasan tertentu mereka tidak memboyong saya ke sana. Lagipula, setiap akhir pekan, mereka pulang ke kampung halaman karena jaraknya tak seberapa jauh untuk ditempuh dengan kendaraan roda empat. Kakek dan nenek belum terlalu renta kala itu. Wangi masakan setiap hari masih tercium dari dapur karena nenek masih sering meracik aneka jenis masakan rumahan, bersama adik bungsunya. Juga sesekali membuat puding susu yang nikmat, indo’ beppa yang lezatnya tak tertandingi toko kue manapun (menyesal tak pernah mencatat resep rahasianya), atau bubur ( cefeng ) duren yang bikin kecanduan. Oh iya, nenek juga jago membuat bolu peca' , kue khas bugis yang sedap manis. Sedangkan kak...